Senin, 12 November 2012

Ilmu Ekonomi

Ilmu Ekonomi

1. Pengertian
Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan tersebut kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan (Ingg: scarcity).
Adam Smith diakui sebagai bapak dari ilmu ekonomi
Kata "ekonomi" sendiri berasal dari kata Yunani οἶκος (oikos) yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan νόμος (nomos), atau "peraturan, aturan, hukum," dan secara garis besar diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga." Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja.

2. Subyek Ilmu Ekonomi
a. Ekonomi Mikro
Ilmu ekonomi mikro (sering juga ditulis mikroekonomi) adalah cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku konsumen dan perusahaan serta penentuan harga-harga pasar dan kuantitas faktor input, barang, dan jasa yang diperjualbelikan. Ekonomi mikro meneliti bagaimana berbagai keputusan dan perilaku tersebut memengaruhi penawaran dan permintaan.


b. Ekonomi Makro
Ekonomi makro atau makro-ekonomi adalah studi tentang ekonomi secara keseluruhan. Makro-ekonomi menjelaskan perubahan ekonomi yang mempengaruhi banyak masyakarakat, perusahaan, dan pasar. Ekonomi makro dapat digunakan untuk menganalisis cara terbaik untuk memengaruhi target-target kebijaksanaan seperti pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, tenaga kerja dan pencapaian keseimbangan neraca yang berkesinambungan.



Sabtu, 10 November 2012

Sedikit hal yang bisa kita renungkan,,,

Ketika Kerja Kerasmu tak pernah di hargai, maka dari sanalah kamu belajar tentang keikhlasan,,
ketika keberadaanmu tidak pernah di anggap, maka dari sanalah kamu belajar tentang makna dari sebuah kesabaran...
dan ketika kamu Air Mata mu Terjatuh maka belajarlah untuk tesenyum, karena kamu akan tahu arti dari sebuah KETULUSAN,, :)

4 Kecerdasan yang Harus Dimiliki

 Kita sebagai anak bangsa yang mengenyam pendidikan dan mungkin beberapa dari Anda adalah calon-calon guru, dan hal ini harus kita perhatikan dalam membentuk pribadi yang cer
Sasaran pendidikan kita seyogyanya tidak hanya di arahkan kepada pembentukan kecerdasan intelektual belaka, tetapi juga sudah seharusnya beriringan dengan penempaan kecerdasan lainnya yang tidak kalah pentingnya, yakni kecerdasan spiritual, emosial, dan kecerdasan sinestesi.

Keempat jenis kecerdasan yang hendak dicapai tersebut tentunya diajarkan secara holistik di sekolah oleh para guru. Karena apa pun ragam dan jenis mata pelajaran yang diajarkan di sekolah sebagaimana yang diamanat kurikulum, pada prinsipnya tidak berdiri sendiri. Setiap mata pelajaran saling berinteraksi satu dengan lainnya.

Sehingga tidak ada lagi anggapan bahwa pembentukan kecerdasan spiritual dan emosional hanyalah tugas dan tanggung jawab para guru-guru agama dan PPKn. Pembentukan kecerdasan sinestesi tugas dan tanggung jawab para guru olahraga dan keterampilan, dan kecerdasan intelektual adalah tugas guru-guru pengetahuan umum dan eksak. Sekarang tidak lagi, semua dituntut mampu mengarahkan anak didiknya untuk mewarisi keempat macam kecerdasan dimaksud dari para gurunya supaya kita tidak hanya mencetak manusia yang cerdas secara intelektual namun miskin akan pengetahuan agama dan kepekaan sosial serta tidak sehat lahir dan batin sebagaimana yang kita lihat dan kita rasakan selama ini. Ada yang cerdas secara intelektual namun di sisi lain ia kehilangan kecerdasan spiritual dan emosionalnya. Sehingga memunculkan sikap arogansi, eksklusif, cuek, masa bodoh, individualis, dan kehilangan sifat silaturrahim dengan sesama. Sebaliknya, ada yang cerdas secara spiritual, namun kuraang cerdas secara intelektual dan emosional, akibatnya adalah ketertinggalan, bertabi'at keras dan militan, kehilangan kesantunan, memiliki pandangan yang picik terhadap kemajuan peradaban, dan tidak memiliki kemampuan berkompetisi di era global yang diharapkan mampu membawa kemajuan bagi ummat. Demikian pula dengan dua macam kecerdasan lainnya. Kalau hanya satu sisi yang dikuasai, tidak yang lainnya, akan sama kekurangannya.

Untuk itulah, mari wujudkan proses belajar mengajar yang mampu memasuki tiap wilayah kecerdasan yang hendak dituju dengan kepiawaian setiap individu pendidik dan pengajar untuk melakukan pendekatan kepada keempat aspek tersebut.

Semoga Bermanfaat.